Kamis, 12 Maret 2015

LAPORAN TUGAS PKN
PENGAMATAN PEMILU LEGISLATIF PERIODE 2014-2019







Oleh :
Luthfiyah Sholihatul Amali (8c)







SMP INSAN CENDEKIA AL MUJTABA
2014
ii.Hasil Pengamatan
A.    Jumlah pemilih : 354 orang
B.     Hasil perhitungan suara terbanyak di TPS 04 desa Karangwuni :
1.      DPR                      : H.Abdul Kharis Al masyahari,S.E,M.Si,AKT dari partai PKS           mendapat 39 suara.
2.      DPRD provinsi     : Muhammad Fajri dari partai PKS mendapat 28 suara.
3.      DPRD kab/kota    : Ratno Budi Utama dari partai PKS mendapat 92 suara.
4.      DPD                     :
C.     Saran dan kritik tentang pelaksanaan pemilu di TPS 04 desa Karangwuni :
1.Saran      :  Sebaiknya besok waktu pelaksanaan pemilu,lebih dijaga ketat dan kalau bisa tempatnya lebih luas lagi biar kalau pada ngantri tidak berdesakan.
2.Kritik      : Menurut saya di TPS 04 tersebut penjagaan oleh hansipnya kurang diperketat,dan panitia kurang cepat untuk melayani surat suaranya.


















iii.Hasil Dokumentasi
A.    Panitia





B.     Hansip


C.     Bilik pemungutan suara



D.    Tim Pemantau




Pamflet Kimia
Cara Pencegahan Bahaya Narkoba                  

Oleh    :
1.Luthfiyah Sholihatul Amali
                                                         2.Nabela Nurmalita Setiyaji
                                                         3.Nahriatul Isnaini


Smp Insan Cendekia Almujtaba
Jl.Ovensari,Kadilangu,Baki,Sukoharjo


Narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Tapi presepsi tersebut  telah disalah gunakan akibat pemakaian yang melebihi dosis.
Maka dari itu agar tidak terjerumus ke dalam narkoba,kita harus tahu beberapa cara mencegah penyalahgunaan narkoba.
Berikut beberapa cara orang tua untuk mencegah bahaya narkoba kepada anak-anaknya          :
1. Mempelajari masalah Narkoba
Tidak mungkin anda mencegah, jika Anda tik tahu apa yang sedang anda coba untuk mencegahnya. Ambillah kesempatan untuk mempelajari masalah narkoba. Dengan membaca, mendengarkan ceramah, berdiskusi, dan membahas masalah narkoba di majalah, koran, atau pada program televisi dan radio. Anda harus mengerti jenis-jenis narkoba dan bahaya menggunakan narkoba yang nantinya kita akan sampaikan kepada anak kita sebagai proses pendidikan tentang narkoba.
2. Mengajarkan Anak tentang Masalah Narkoba
Umumnya anak dan remaja menerima informasi tentang narkoba dari luar rumah, sebagian besar dari teman sebayanya. Sangat berbahaya ketika anak mengetahui suatu hal yang baru hanya setengah-setengah. Saya katakan setengah-setengah karena biasanya anak hanya tau enaknya saja tidak mengerti dampak yang ditimbulkan akibat penyalahguanan narkoba. Untuk itu orang tua perlu mengajarkan tentang narkoba secara detai kepada anak sehingga anak mengerti secara utuh dan mampu mengambil langkah yang benar.
3. Melarang Pemakaian Narkoba
Melarang anak melakukan pemakaian narkoba jenis apapun, termasuk rokok dan minuman beralkohol, dan ini harus menjadi peraturan keluarga. Anda (orang tua) harus bisa mencontohkan anak agar tidak mengkonsumsi hal-hal tersebut. Selain itu Anak harus memahami hal-hal berikut ini dengan jelas.
  • Harus spesifik; jelaskan peraturan larangan memakai narkoba. Bahas konsekuensinya jika melanggar aturan; apa hukumnya; bagaimana pelaksanaannya; dan tujuan hukuman tersebut.
  • Harus Konsisten; Jelaskan pada anak bahwa peraturn inti berlaku tetap, kapan saja, dan dimana saja, baik dirumah, di sekolah, maupun dirumah teman dan ditempat lainnya.
  • Harus Masuk Akal; Jangan menambahkan konsekuensi atau hukuman lain jika peraturan dilanggar. Jika peraturan dilanggar bertindaklah bijaksana terapkan hukuman sesuai dengan peraturan awal yang sudah ditetapkan.
4. Cegah Pengaruh Negatif Berita Kriminal
Amati apa yang ditonton anak di televisi. Anda tidak perlu menyensornya, akan tetapi anda perlu mengambil kesempatan untuk menjelaskan kepadanya tentang berita kriminal. Berita kriminal  yang ditanyangkan ditelevisi hanya sepenggal dan sekilas saja, hal ini membuat anak penasaran dan akan mencari tahu informasi itu diluar. Sebelum itu terjadi berilah penjelasan dan informasi dari berita-berita
itu. Hal ini dapat mecegah anak untuk mencoba-coba khususnya tentang penyalahgunaan narkoba. Terdapat banyak alasan mengapa jumlah jam yang diluangkan anak untuk menonton televisi harus dibatasi hanya 2 jam saja. Siaran informasi di televisi yang mendorong pemakaian narkoba adalah salah satu alasannya.
5. Mewaspadai Sikap dan Perilaku Sendiri
Keluarga adalah lingkungan terdekat yang mempengaruhi perkembangan perilaku anak. Anak akan meniru perilaku orang tuanya karena anak memandang orang tua adalah sebagai figur mereka. Hingga usia remaja anak akan meniru perilaku orang tuanya jadi yang perlu diwaspadai adalah sikap dan perilaku anda. Apakah anda merokok? Apakah anda minum-minuman keras? Atau bahkan anda memakai narkoba? hmm…Sangat disayangkan jika hal itu masih anda lakukan. Jangan salahkan anak jika mereka nantinya mengunakan narkoba, karena mereka mendapat contoh perilaku yang seperti itu. Jadi hemat saya, jadilah teladan yang baik bagi anak. Jika anda merokok mulai dari sekarang berhentilah.
Dan berikut beberapa cara mencegah bahaya narkoba dari diri sendiri           :
1. Jangan pernah mencobanya, walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain, kecuali perintah dokter/alasan medis.

2. Kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi.

3. Pilihlah pergaulan yang aman jangan yang berbahaya.

4. Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, ikutilah klub olah raga, organisasi sosial. Lakukan hobi bersama teman dan keluarga.

5. Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malam. Bersantailah dengan keluarga, berkaraoke, piknik, makan bersama, masak bersama, beres-beres bersama nonton bersama keluarga.
TERIMAKASIH...








Dalam Diam
Bagi gue  hari Minggu nggak sebatas hari libur, tetapi hari yang cocok buat keliling kota plus nyari objek foto. Minggu pagi ini gue bangun pagi-pagi buta dan mulai keliling Yogyakarta. Ya Yogja adalah kota dimana banyak objek foto yang bagus. Gue melaju dengan motor buntut kesayangan, dan akhirnya gue hentikan motor di daerah candi prambanan.
Gue Angga seorang mahasiswa hukum yang suka banget jebrat-jebret sembarang objek. Entah kenapa bagi gue kamera adalah segalanya. Kamera itu bisa ngungkapin suasana hati dalam bentuk foto. Kamera juga bisa buat mengenang orang yang kita sayang yang sudah tidak di samping kita.
“Angga!!” Teriak seseorang dari belakang yang menghentikan jalanku. Ketika gue berbalik ternyata si Vian temen gue sekampus.
“ Eh Lo ngapain disini? Tumben amat?” Tanyaku serambi menunggu dia mendekat.
“Yah bosen aja Ngga di kos, nggak ada kerjaan..makannya gue kesini.”
“Ngobrol di warung kopi depan yuk..” Ajakku
“Siipp yang penting traktir..lagi bokek nii” Pintanya dengan muka yang memelas.
“Ya okelah gampang..”
Kita jalan menuju warung biasa gue nongkrong. Vian dulu temen gue se kos tapi sekarang dia pindah kos, orangnya baik nggak bandel kayak gue. Dia bentar lagi dah lulus nah sedangkan gue malah sibuk dengan motret sana sini. Sebenernya dulu gue mau masuk jurusan fotografi tapi Bokap Nyokap gue ngelarang karena menurut mereka itu nggak ada gunanya.
Sampai di warung kopi gue nyari tempat yang agak ke dalem dan lesehan karena menurut gue lebih nyaman buuat ngobrol.
“ Angga Lo nggak kenal cewe banget sii?” kata Vian tiba-tiba yang membuat gue tersentak.
“Uhuk..ah apa? kok tiba-tiba Lo ngomong kayak gitu?”
“Ya habisnya gue selalu lihat Lo sendirian kalau lagi motret.”
“Ah biarin lah nggak mikir gue An, males gue mikirin kayak gitu.”
“Aih bilang aja Lo nggak laku..” Ejek si Vian
“Ooo songong Lo nggak gue traktir lho..” Balasku
Begitulah Vian selalu ngejek gue yang katanya nggak laku lah, cupu lah, anak kurang kerjaan atau apalah. Dia selalu merasa kalau dirinya itu sempurna, padahal kan di dunia nggak ada yang sempurna itu kata-kata jitu gue buat mojokin seorang Vian Raihan Abdillah.
 ***
Pagi hari ini lumayan bisa dibilang cerah, gue berangkat ngampus dan nggak lupa bawa si kamera kesayangan yang selalu ada di dalam tas. Kerjaan Gue tiap hari ya gini-gini aja, ga ada yang istemewa buat gue. Cuma ngampus, makan, tidur, motret, gitu doang.
Saat memakirkan motor, tba-tiba ada yang mukul bahu gue. Gue kira itu si Vian ternyata si Azof temen sd gue yang dulunya entah ngilang kemana.
“Aihh sapa sih, mesti Lo deh An..” Teriakku
“Ini gue Azof Ngga..”
“Hei Azof? Loh kok Lo di sini?” Tanyaku yang sedikit kaget.
“Haha iya gue kesini buat nganterin ni adik gue mau kuliah disini..”
“Oh lha terus? Adek Lo jurusan apa?”
“O iya gue lupa kenalin ni adik gue namanya Diandra..”
“Hmm oke salam kenal..gue Rangga” jawabku sambil menyambut tangan Diandra.
“Eh kakaknya kuliah di sini juga?” Tanya Diandra tiba-tiba
“Iya gue anak hukum..O iya Zof gue tinggal ya ada jam ni.”
“Okee dah ntar gue ke kos yaa..”
“Siip..” Jawabku sambil mengacungkan jempol dan berbalik arah.
***
Kenapa setelah lihat adiknya Azof, gue kepikiran terus dengan wajahnya. Sepertinya selalu ada dipikiran gue, sampai-sampai gue nggak fokus dan hanya melamun sedari tadi.
“Angga!!” teriak seseorang yang ngagetin gue.
“Ahh iya apaan sih..” jawabku santai tak memperdulikan siapa yang manggil gue.
“Keluar kamu sekarang, berdiri sambil angkat kaki sekarang!!” teriaknya sekali lagi dan membuat gue sadar kalau itu dosen gue.
 “Ee iyaa pak, sampai kapan ya Pak kalau boleh tahu?” dengan bodohnya gue bilang itu.
“Sampai pelajaran Bapak selesai.”
Setelah pelajaran yang sangat membosan dengan guru yang super rese, gue langsung cabut nyari makan di tempat Mbok Trini. Di warung  Mbok Trini gue ketemu Azof dan Diandra. Mereka ngikut gabung di meja gue, lumayan juga ada temennya.
“Eh Ngga gimana kuliah Lo dah mau lulus kan?” Tanya Azof
“ Lo tanya gue? Gue mah belum ada kata siap lulus..masih sibuk tugas motret broo”
“Ealah, gimana mau lulus kalau kerjaan Cuma motret terus..”
“Sudahlah nggak usah bahas itu..” Jawabku mengalihkan pembicaraan sambil membersihkan lensa kamera.
Sedari tadi gue perhatiin Diandra Cuma diem dan ketawa kecil mendengar jawabanku. “Hmm anak pendiem banget sih”..gumamku dalam hati. Daripada nggak ada kerjaan gue ambil aja deh foto Diandra dalam diam-diam, “Ooh Tuhan moga aja dia nggak nyadar..” pintaku sebelum mulai memainkan lensa kamera itu.
“Adek Lo jurusan apa Zof?” Kataku mencairkan suasana setelah beberapa saat hening yang ada.
“Oo jurusan kedokteran dia.”
“Mau nge kos daerah sini?”
“Iya yang bagus mana ya broo?”
“Barengan se kompleks aja sama gue tempetnya aman, apalagi buat cewek.”
“Oh ya? Yaudah deh ntar gue langsung ambil sana aja”
“Loh kak.. kok langsung ambil aja?” jawab Diandra sedikit ragu
“Udahlah nggak papa, kalau ni anak dah bilang aman pasti aman kok..”
“Yaudah deh terserah kakak..”
Adik yang baik, sekali lagi gue muji dia. Dia nggak hanya sopan, tapi dia juga penurut,mana cantik. “Apa ini yang disebut cinta pandangan pertama yaa.. kok dari tadi gue muji dia”. “Tapi masak sih, ah nggak..nggak mungkin” bantahku dalam hati.
***
Selama berbulan-bulan bahkan sudah 2 tahun kemarin waktu Diandra baru saja dateng ke kampus, gue sekarang udah bisa dibilang akrab sama dia, mana kos kita jaraknya deket. Jadi semuanya mendukung buat kita deket. Selain itu juga, gue ngumpiln banyak foto Diandra dan entah dia tahu apa nggak. Sekarang gue baru bener-bener ngerasain kayak gini, jadi secret admirer tepatnya. Tapi itu semua seru buat gue.
“Diandra, Lo jangan sampe mau loh di godain sama tu tukang foto..” Ejek Vian yang membuatku terbuyar dari lamunanku.
“Haha kakak ni apa-apaan..lagian kak Angga baik kok, udah kayak kakak aku sendiri..”
“Iya nih Lo ngapain coba aneh banget..” Tambahku untuk memojokkan Vian.
“Tapi kok kompakan gini, mojokin gue.. Iih bantuin gue Ra” Ajak Vian kepada Zahra yang juga temen nongkrong kita.
“Udah deh gue disini nggak ngerti masalah kalian jadi gue nggak bela siapa-siapa..” Kata Zahra dengan senyuman di bibirnya.
“Haha syukurin tuh, makannya jangan suka mulai dulu kena juga kan batunya”
***
Gue berbaring di kasur, dan ada Vian juga yang nginep di kos gue. Gue mikirin kata-kata Diandra tadi sambil menatap lurus langit-langit kamar. Diandra Cuma nganggep gue kakaknya tapi gue jadi secret admirernya dia, gue nggak berani ngungkapin itu semua biar itu semua tersimpan rapat-rapat. Foto-foto Diandra juga udah banyak numpuk di kardus, tapi apa gunanya kalau dia aja nganggep gue cuma sebagai kakaknya. Masa gue tiap hari harus diem-diem ngambil fotonya, sedangkan dia Cuma nganggep gue kakak, sekali lagi Cuma nganggep gue kakak. Sumpah gilakk.. cinta emang rumit.
“ huhhh” desahku membuat Vian terbangun merasa terusik.
“Lo ngapain sih..dari tadi Cuma balik sana balik sini, gue jadi ikutan nggak bisa tidur nii”
“Udah gue nggak papa lanjutin aja tidur Lo, gue pamit keluar mau nyari angin.”
Langsung gue keluar dan mengambil jaket, mengendarai si buntut nggak tahu mau kemana. Hanya bingung yang gue rasain malam itu, gue bimbang, gue harus gimana? Dalam pikiran gue malem itu kosong, nggak tahu harus ngapain.
Apa gue harus udahin ini semua, nggak jadi pemuja rahasia lagi? Tapi itu bakalan susah buat gue, selama ini gue udah terlalu jauh jadi secret admirer. Gua nggak punya keberanian buat ngungkapinnya, gue takut. Entah kenapa gue takut, karena selama ini baru kalai ini gue ngerasain kayak gini.
Lama berfikir, gue mutusin buat hentiin semua ini karena gue bentar lagi udah pergi dari kota ini juga, gue udah lulus dan nggak mungkin gue netep di sini. Lagian capek rasanya buat kayak gini terus.
***
Sinar matahari yang masuk dari celah jendela membuat gue terbangun dari tidur. Baru sadar gue, kalau gue udah berada di kota kelahiran gue, nggak di kota Yogyakarta lagi. Kota diamana yang  membuat hidup gue rumit, tapi nggak bakal gue lupain tempet-tempet Yogya. Walau gue juga harus ngelupain Diandra.
Minggu-minggu pertama di kota ini masih merasa terusik, tapai setelah gue punya pekerjaan yang gue impiin. Sekarang gue jadi fotographer yang banayak motret panorama. Tapi kadang gue juga ngantor di tempet Bokap.
Gue rasa hidup gue lebih nyaman sekarang, menikmati kebersamaan bareng keluarga, punya lebih tanggungan kerjaan. Yang paling penting adalah gue udah nggak mau nginget Diandra, gue mau jalanin hidup gue seperti sekarang aja dulu.
“Angga!!” seorang meneriaki gue yang membuat gue membalikkan wajahku menjauhi laptop.
“Ada apa Mah?”
“Nak kamu dapet undangan dari  salah satu kampus di Ausrtalia, kamu dapet beasiswa Nak.” Jawab Mama dengan muka yang sangat bahagia.
“Yaampun Ma, yang bener ini Angga nggak mimpi kan?”
“Nggak Nak, kamu besok coba dateng ke sini ya..di perjelas lagi..” Sambil menunjuk alamat yang dimaksud.
“Iya Mah, bakalan. Angga bakalan banggain Mama sama Papa.”
Greeat Angga!!  teriakku dalam hati. Suatu pencapaian yang luar biasa, akahirnya Mama Papa bisa nerima kalau gue jadi fotographer. Lagian ini juga bagus biar semakin cepet ngelupain Diandra. Semuanya berjalan dngan keinginan, Oh Thank’s God.
***
Semua itu adalah tulisan gue dulu, dan sekarang gue lagi baca. Gue ketawa-ketawa sendiri pas lihat itu semua, apalagi kalau inget file foto Diandra sempet berpikir kalau “Lo dulu bodoh bangaet sih Ngga”. Tapi Angga sekarang nggak kayak gitu, sekarang Angga udah sukses di Australia, sukses lupain Diandra pokoknya.
Semua foto Diandra udah nggak ada, lagian kamera gue juga udah ganti. Kamera dulu gue tinggal di rumah. Nggak ada lagi secrete admirer , nggak ada lagi Diandra.
Dalam diam gue selama ini bisa nyelesainnya tanpaorang tahu, dan tanpa Diandra tahu. Gue udah hapus dalam-dalam nama Diandra, dan gue merasa sukses. Sebelum gue matiin laptop gue bilng dengan lantang. “Lebih indah hidup gue sekarang tanpa Lo Diandra.”



Oleh    : Luthfiyah Sholihatul Amali
IX  c / 14

                     SMP Insan Cendekia 
NARRATIVE TEXT
MIRROR-MIRROR


BY   :
                                1.Labibah Gina Salma
                                2.Luthfiyah Sholihatul Amali
                                3.Nahriatul Isnaini




INTRODUCTION

IN the name of Allah the most gracious and the most mercyfull.

Thank`s for God because he we can finalize the paper.
In the paper,we will entertain to you about synopsis of mirror-mirror.
We also tell you about narrative text.May for reader can be usefull.
HAPPY READING!!!!




Sukoharjo, January  20,2014

                                                                                     Author










I.All ABOUT NARRATIVE TEXT
1.     Definitions of narrative text
Narrative text is a story which contains about story (fiction/non fiction/tales/folktales/fables/myths/epic) and its plot consists of climax of the story then followed by the resolution.

2.     Generic structures of narrative text
Orientation       : It is about the opening paragraph where the                      characters of the story are introduced.
Complication    : Where the problems in the story developed.
Resolution         : Where the problems in the story is solved.













II.THE ROUGHT DRAFT OF THE STORY
       1.Orientation
·        Character     :-Snow White ->
                      -King
                      -Queen
                      -Prince Alcott
                      -Dwarves
·        Time             :Long time ago
·        Place             :In the kingdom

2.Complication
->When Snow White fight againt the Queen

3.Resolution
->When the Snow White meet the dragon and the dragon is her father,then the Queen`s magic`s can broken with Snow White




















III.SYNOPSIS
  
     In a Kingdom, that it`s people like to dance and singing.There are a King and his Daughter.His wife is died when she bear them daughter.His daughter name is Snow White,because she has white –skined like snow.Snow White very beutiful girl with her black hair.Her father is very good king,he bring up Snow White with full love dear.Many years letters the king get married with most beutiful Queen,but the Queen very vicious with dark magic.
    Because the King fight in the dark jungle,he was told died.From the time that, the Queen always forbid Snow White to go out.The Kingdom be not stable and people be hunger because they must pay for tax.
    Then,come a Prince.His name is Prince Alcott.After the Prince meet Snow White,they finally falling in love.Because  The Queen like Prince Alcott she also command her waiter for kill Snow White.But the waiter permit the Snow White to go.
     After she run off,She meet the dwarves and she lived with the Dwarves.When she lived with dwarves she be thaught to fight,after some old she reliable to fight.
    The Queen give a magic to prince Alcott,so that Prince Alcott falling in love to Queen.They are will get married,because Snow White like Prince Alcott,she and the dwarves kidnap the prince and break the magic.When the Queen arrived,no people in there.The Queen very angry and attack the Snow White.In middle attack,they meet a dragon.Apparently,the dragon is the King.With the bladed knife from her father,Snow White broke the father`s magic.
   Because all Queen`s magic broken down,the Queen is died.Finally,the King can again be human.Snow White and prince Alcott get married.The snow is melt and the people be happy again.